Minggu, 20 Januari 2013

Laporan Pesantren Kilat di Pondok Pesantren Al - Qodir (9-11 Agustus 2012 )



A.     PENDAHULUAN
1. Kata Pengantar
Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan yang berjudulLaporan Pesantren Kilat di Pondok Pesantren Al – Qodir.
Dalam menulis laporan kegiatan pesantren kilat ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penulisanlaporan ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
  1. Bapak Kepala SMP Negeri 5 Yogyakarta
  2. Ibu guru Agama Islam yang membimbing penulis sehingga dapat menyelesaikan laporan ini
  3. Pihak – pihak dari pesantren Al – Qodir yang tidak bisa disebutkan satu per satu
  4. Orangtua yang terus membimbing penulis
Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

2. Tujuan 
Pesantren kilat tersebut diselenggarakan dengan maksud : 
a.  Mengakrabkan  anak-anak dengan lembaga pendidikan Islam. 
b. Meningkatkan pemahaman anak-anak tentang Islam. 
c. Membentuk sikap, tingkah laku dan budi pekerti yang Islami. 
d. Membuka wawasan pemikiran anak-anak. 
e. Menanamkan  ruh Ibadah dalam seluruh aktivitas kehidupan. 
f. Mengenalkan konsep kewirausahaan Islam









DAFTAR ISI
A.    Pendahuluan
a.       Kata Pengantar………………………………………………………………….. 2
b.      Tujuhan………………………………………………………………………..... 2
B.     Materi
a.       Materi 1…………………………………………………………………………  4
b.      Materi 2………………………………………………………………………....  4
c.       Materi 3…………………………………………………………………………. 5
d.      Materi 4…………………………………………………………………………. 6
e.       Materi 5…………………………………………………………………………  6
f.       Materi 6…………………………………………………………………………  6
g.      Materi 7…………………………………………………………………………. 7
h.      Materi 8…………………………………………………………………………  7
i.        Materi 9…………………………………………………………………………. 7
j.        Materi 10…………………………………………………………………………7
C.     Kegiatan – kegiatan…………………………………………………………………  8
D.    Kesan dan pesan…………………………………………………………………….. 8
E.     Penutup…………………………………………………………………………….... 8















B.     MATERI
MATERI 1  
ASAL USUL PESANTREN
Sejarah pesantren yaitu Sunan Ampel orang yang mendirikan pesantren pertama di Indonesia. Sunan Ampel mendirikan pesantren pertama di Kembang Kuning kemudian pindah ke Ampel Denta, Surabaya dan mendirikan pesantren kedua di sana.Dari pesantren Ampel Denta ini lahir santri-santri yang kemudian mendirikan pesantren di daerah lain, diantaranya adalah Syekh Ainul Yakin yang mendirikan pesantren di desa Sidomukti, Selatan Gresik dan Maulana makdum Ibrahim yang mendirikan pesantren di Tuban.
Pesantren merupakan sisten pendidikan tertua di Indonesia.Disana para santri diajarkan ilmu agama dan ilmu pengetahuan oleh Kyai.Selain itu para santri belajar hidup sendiri dan menjalin persaudaraan dengan santri lain sehingga dapat membangun rasa persaudaraan yang tinggi.
Dalam mendirikan pesantren,ada 5 hal yang paling mendasar dari pesantren itu sendiri,yaitu :
·         Masjid,merupakan tempat untuk beribadah
·         Kyai,orang yang mengajar para santri
·         Santri,orang yang diajar/dididik oleh Kyai
·         Kitab Kuning,kitab yang dicetak dengan kertas kuning yang berisi tentang pedoman-pedoman umat muslim
·         Norma Sosial dan Agama,aturan yang harus ditaati di pesantren
MATERI 2
THAHARAH
Thaharah adalah mensucikan diri dari segala jenis najis dan hadas.Thaharah juga memiliki tata cara dalam menyucikan najis maupun hadas.Berikut jenisnya dan cara menyucikannya.
A. Najis
Najis adalah kotoran yang wajib dibersihkan oleh setiap muslim, dengan mencuci benda yang terkena.Macam - macam najis:
  1. Air kencing, tinja manusia, dan hewan yang tidak halal dagingnya, telah disepakati para ulama. Sedangkan kotoran hewan yang halal dimakan dagingnya, hukumnya najis menurut madzhab Hanafi dan Syafi’i; dan suci menurut madzhab Maliki dan Hanbali.
  2. Madzyi, yaitu air putih lengket yang keluar ketika seseorang sedang berpikir tentang seks dan sejenisnya.
  3. Wadi, yaitu air putih yang keluar setelah buang air kecil.
  4. Darah yang mengalir. Sedangkan yang sedikit di-ma’fu. Menurut madzhab Syafi’i darah nyamuk, kutu, dan sejenisnya dima’fu jika secara umum dianggap sedikit.
  5. Anjing dan babi
  6. Muntahan.
  7. Bangkai, kecuali mayat manusia, ikan dan belalang, dan hewan yang tidak berdarah mengalir.



Cara menyucikan najis:
1.      Najis Mukhafafa :Bagian yang terkena najis cukup dibasuh dengan air yang suci.
2.      Najis Mughaladah : Bagian yang terkena najis di cuci 7 kali,salah satunya dengan tanah
3.      Najis Mutawasitah Hukmiah : Bagian yang terkena najis cukup dialiri dengan air
4.      Najis Mutawasitah Ainiah : Bagian yang terkena najis dibersihan sampai hilang dengan air dan disabun

B. Hadas

Hadas adalah sesuatu kotoran yang maknawi (tidak dapat dilihat dengan mata kasar), yang berada pada anggota tubuh.Macam - macam hadas:

1.      Hadas Kecil,yaitusesuatu kotoran yang maknawi (tidak dapat dilihat dengan mata kasar), yang berada pada anggota wudhu’,yang membuat sholat tidak sah. Cara menyucikan hadas kecil dengan berwudlu.
2.      Hadas Besar, yaitusesuatu yang maknawi (kotoran yang tidak dapat dilihat oleh mata kasar), yang berada pada seluruh badan seseorang, yang membuat sholat tidak sah.Cara menyucikan hadas besar dengan mandi wajib.
MATERI 3
ADAB BERPAKAIAN DAN BERBICARA
1.      Berpakaian yang Sopan :
Berpakaian merupakan sebuah cermin bagi orang yang memakaikarena orang lain menilai seseorang salah satunya dengan melihat cara berpakaian.Berpakaian juga harus disesuaikan dengan kondisi dan lokasi.

Adab Berpakaian:
Menggunakan pakaian yang menutup aurat,sopan dan menyesuaikan dengan kondisi dan situasi.

2.      Cara Berbicara :
Selain pakaian,orang lain menilai orang lain dari caranya berbicaranya.

Adab Berbicara :
·         Tidak menyinggung perasaan orang lain
·         Menghargai apa yang diusulkan orang lain
·         Tidak menggunakan kata kotor




MATERI 4
ADZAN DAN IQAMAH
Tata cara mengumandangkan Adzan dan iqamah :
·         Menghadap kiblat
·         Menghindari suara lain
·         Khusuk dalam Adzan
·         Meletakkan kedua telunjuk ke telinga
·         Pelan – pelan,tidak tergesa – gesa
MATERI 5
ADAB PERGAULAN
            Pergaulan adalah proses komunikasi yg dilakukan antar individu,antar kelompok,individu dengan kelumpok.Dalam pergaulan ada aturan aturan yang harus ditaati.Contohnya :
·         Adab terhadap orang tua
Terhadap orang tua/orang yang lebih tua kita harus sopan,menghormati,mentaati,harus mendahulukan orang yg lebih tua.
·         Adab terhadap guru
Terhadap guru kita harus menghormati,mentaati,menyapa dan mengucapkan salam jika bertemu di jalan.
·         Adab terhadap teman
Terhadap teman kita harus menghargai,saling membantu,saling menasehati.
MATERI 6
ADAB MEMBACA AL – QUR’AN
            Al – Qur’an adalah kitab yang tidak ada keraguan sama sekali.Umat Muslim yang taat tidak akan meragukan isi dari Al – Qur’an dan harus bisa mengamalkannya.Dalam membaca Al – Qur’an,kita harus memperhatikan adab – adabnya.Yaitu :
·         Menghadap ke arah kiblat
·         Berpakaian putih dan rapi
·         Suci
·         Membuat suaranya menjadi indah





MATERI 7
CERITA HIKMAH
            Dalam cerita hikmah,Kang Reyhan bercerita tentang tiga orang pemuda yang terjebak dalam gua,pemuda pertama melakukan sholat dengan rajin,dan terus berdoa.Melihat pemuda pertama,pemuda kedua dan ketiga juga ikut berdoa.Sedikit demi sedikit mereka menggali jalan keluar .Akhirnya ketiga pemuda itu bisa keluar.Dari kisah tersebut kita bisa belajar bahwa Allah akan mengabulkan do’a kita jika kita terus berdoa dan berusaha.
MATERI 7
ASMA’UL HUSNA
            Dalam materi ini,Pak Ustad yang saya lupa namanya mengajak semua santri membaca 99 Asma’ul husna.Dan mengajarkan cara menghafalnya yaitu menulis 1 nama setiap hari dan membaca kitab Samsul Ma’arif.Barang siapa yang bisa menghafal 99 nama,Allah akan memasukan orang tersebut dalan surganya.
MATERI 8
TATA CARA BERDOA
            Berdoa berasal dari kata do’a yang berarti memohon kepada Allah.Secara syari’at do’a adalah meminta permohonan kepada Allah.Dalam berdoa memiliki tata cara yang harus dilakukan.Yaitu :
1.      Memuji Allah
2.      Bersalawat Nabi
3.      Mengutarakan apa yang diminta
4.      Tidak boleh bercanda
5.      Setelah berdoa dianjurkan mengusap wajah
MATERI 10
MUNAFIK
            Munafik adalah orang yang mengaku beriman kepada Allah tetapi dalam hatinya berbohong.Munafik termasuk salah satu sifat tercela.Bahkan, orang munafik akan dimasukkan ke dalam neraka selamanya oleh Allah dan akan dilaknat Allah.Berikut ini adalah ciri – cirri orang munafik.
1.      Jika berkata, ia berbohong
2.      Jika berjanji, ia mengingkari
3.      Jika diparcaya, ia berkhianat





C.     KEGIATAN – KEGIATAN
Selama pesantren kilat di Pondok Pesantren Al – Qodir,banyak kegiatan – kegiatan yang telah dilakukan.Contohnya tarawih dengan 23 rakaat. Saya baru pertama  kali menjalankan sholat tarawih dengan 23 rakaat. Saya sedikit heran karena selang waktu antar rakaat sangat cepat.Saya jadi tidak khusuk karena sholatnya terlalu cepat. Apalagi teman saya saat sholat lebih cepat daripada imam jadi orang yang disebelahnya tertawa., membat saya menjadi tidak khusuk sholatnya.
Kegiatan menarik selanjutnya adalah berjalan – jalan pagihari .Pada saat berjalan – jalan pagi kami diajak melihat kandang kambing dan kolam ikan milik Pesantren Al – Qodir.Kami merasakan udara pagi yang sangat dingin.Dan kami harus melewati jalan setapak dipinggir sawah agar bisa sampai ke kolam ikan.
Kegiatan yang paling mengesankan adalah menikmati sahur dan buka puasa bersama teman – teman karena itu merupakan hal yang tak akan terlupakan dan mungkin tidak bisa terulang lagi.

D.     KESAN DAN PESAN
Kesan saya saat pesantren kilat ini adalah ternyata menjadi santri di pesantren itu tidak seburuk yang saya pikirkan,
Pesan saya saat pesantren kilat ini adalah meningkatkan kedisiplinan para santri agar tidak ada lagi fasilitas pesantren yang rusak,meningkatkan tingkat keamanan agar tidak terulang lagi kasus pencurian di pesantren.
E.      PENUTUP
Penulis menyadari bahwa laporan ini memiliki banyak kesalahan. Apabila ada salah kata,kekurangan dari laporan ini mohon maaf yang sebesar – besarnya. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Manchester United